Sebentar lagi bangsa kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 71 tahun dimana pada saat masa perjuangan para Pahlawan kita mengorbankan jiwa dan raganya demi kebebasan bangsa ini dari penjajahan. Tentunya pada saat itu alat komunikasi merupakan hal yang sangat penting guna mengkoordinasi dan berbagi informasi dari setiap daerah mengingat luas wilayah negara kita yang sangat luas. Pada saat itu perkembangan dunia teknologi tidak secepat sekarang ini yang berimbas pada perangkat komunikasi yang di pergunakan.
Pada masa sekarang ini telah banyak perangkat komunikasi canggih yang digunakan untuk memudahkan setiap manusia berinteraksi dan bersosialisasi, berbagai perangkat canggih seperti handphone, tablet dan komputer merupakan alat komunikasi yang banyak di gunakan manusia modern. Lain halnya pada saat masa awal kemerdekaan di mana perangkat tersebut belum di ciptakan, selagi kita merayakan Hari Kemerdekaan kami telah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber perangkat komunikasi apa saja yang di gunakan pada saat awal kemerdekaan pada tahun 1945 silam. Berikut ulasannya :
1. Radio
![]() |
| gambar : perangkat radio pada awal kemerdekaan |
Perangkat komunikasi yang satu ini merupakan alat yang berperan penting pada saat awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dimana para pejuang dari berbagai daerah mengetahui kekalahan Jepang dari blok sekutu melalui radio ini. Karena dari hal ini para tokoh nasional kita mempersiapkan diri untuk menyerang balik guna mengusir penjajah dari tanah NKRI, mereka membuat propaganda bagi seluruh masyarakat untuk memulai persiapan kemerdekaan.
Pada saat Agresi Militer radio merupakan sarana komunikasi guna menyampaikan setiap informasi secara luas dimana pada saat itu para petinggi negara di tangkap sehingga sebuah pemerintahan darurat di bentuk tepatnya di Sumatera Barat. Stasiun radio YBJ-6 pada saat itu bergerilya guna menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat bahwa NKRI masih ada sehingga membakar semangat para pejuang saat agresi berlangsung. Saat ini kita bisa melihat diorama dari pemancar radio ini di museum telekomunikasi Taman Mini Indonesia Indah dan perangkatnya di simpan di museum perjuangan di Bukit Tinggi untuk mengapresiasi atas perannya dalam membantu perjuangan pahlawan kita.
2. Telepon
![]() |
| gambar : perangkat telepon jadul |
Perangkat komunikasi yang satu ini datang di negara kita pada awal tahun 1882 yang pada saat itu merupakan jaringan telepon pertama kali di Indonesia dan di kelola oleh pihak swasta. Jaringan telepon tersebut telah mendapatkan ijin konsensi selama 25 tahun yang menghubungkan Gambir dengan Tanjung Priok yang merupakan pusat dari perdagangan pada masa itu. Jaringan telepon ini akhirnya di ambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraf en Telefoon Dienst setelah waktu konsensi yang di berikan berakhir.
Setelah bangsa ini merdeka dan pemerintahan sepenuhnya di ambil alih oleh pahlawan Nasional kita jaringan telepon juga ikut mengalami perubahan. Pada tahun 1967 pembangunan jaringan telepon sudah meliputi gelombang mikro lintas Sumatera dan gelombang mikro lintas Indonesia Timur. Pada saat itu pesawat telepon telah menggunakan sistem baterai lokal dan menggunakan kawat tunggal, namun sistem ini sering mengalami gangguan. Karenanya guna memperlancar arus komunikasi pembaruan dari perangkat telepon inipun di lakukan dengan mengganti kawat tunggal menjadi kawat sepasang dan sistem baterai sentral sehingga gangguan sudah bisa di minimalisir.
3. Telegram
![]() |
| gambar : perangkat telegram kuno |
Perangkat telegram pada saat awal kemerdekaan tentunya berbeda dengan perangkat telegram saat ini yang lebih kita kenal sebagai salah satu nama aplikasi sosial media pada smartphone. Namun nama telegram sebenarnya sudah mulai di kembangkan sejak tahun 1809 sebagai alat telekomunikasi dengan prinsip dasar sebagai media komunikasi jarak jauh. Perangkat ini bekerja dengan mengirimkan pesan lewat mesin telegraf dan biasanya di buat singkat seperti saat kita mengirim sebuah sms.
Negara kita mulai menggunakan layanan pengiriman berita lewat perangkat telegraf pada 23 Oktober 1856 yang di peruntukkan mengirim berita dari Jakarta ( Batavia ) sampai ke Bogor ( Buitenzorg ) oleh pemerintah Hindia Belanda. Hingga akhirnya pada tahun 2009 pihak Telkom selaku penyedia jasa layanan telegram di Indonesia mulai menutup jaringan tersebut lantaran kalah bersaing dengan alat komunikasi modern yang lebih cepat dan praktis seperti email dan aplikasi instant messaging lainnya.



Conversion Conversion Emoticon Emoticon